Pages

Saturday, 24 August 2013

Resume Materi Video Mitigasi Bencana

Adzkia Noerma Arifa
FITB / 16313206

Bencana bisa terjadi kapan saja sehingga kita wajib untuk mengenali cara memitigasi bencana agar dapat mengurangi resikonya. Beberapa cara memitigasi bencana yang telah disampaikan melalui video Mitigasi OSKM 2013 yang dibuat oleh HMTG Gea adalah sebagai berikut :
1.       Mitigasi Gempa
a.       Di dalam ruangan
·         Carilah tempat aman untuk berlindung. Misalkan di bawah meja
·         Setelah gempa berhenti segera keluar dari ruangan dengan tetap melindungi kepala dan apabila kita sedang berada di lantai atas segera turun dengan tangga darurat
·         Jangan keluar menggunakan lift dan tidak melindungi kepala
b.      Di luar ruangan
·         Segera lari jauhi bangunan dan pepohonan
·         Cari tempat berkumpul yang ada dengan tetap melindungi kepala
2.       Mitigasi Kebakaran
a.       Di dalam ruangan
·         Segeralah berteriak memberitahu bahwa ada kebakaran
·         Cari alarm kebakaran terdekat dan nyalakan alarm tersebut
·         Sebagai tindakan pertama padamkan api dengan APAR
·         Jika api terlalu besar segera hubungi K3L dan selamatkan diri kita
·         Selalu kenali denah gedung yang kita masuki sehingga mudah untuk mencari jalan keluar
b.      Di luar ruangan
·         Hubungi K3L dan dan selamatkan diri segera
Video ini mengajarkan kepada kami mahasiswa 2013 mengenai cara memitigasi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi dengan cara yang mudah dimengerti. Bila dikonversikan dengan rincian cara adalah seperti yang telah saya tulis di atas. Kita wajib untuk selalu waspada dan tanggap, termasuk di area kampus ITB juga.

Resume Materi Video Mitigasi OSKM 2013 Oleh Alief Rizky Ramadhan (FTTM)

Alief Rizky Ramadhan
16413289
FTTM ITB 2013

Sabtu, 24 Agustus 2013. Kami para mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang menjalani masa Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) 2013 diberi tugas oleh para kakak 'taplok' untuk membuat resume mengenai "Video Mitigasi OSKM 2013" yang videonya terdapat di situs internet, Youtube.

Di dalam video tersebut terdapat cara2 mengatasi/menyelamatkan diri dari sebuah bencana alam. Scene yang pertama berjudul "Mitigasi Gempa", disana diajarkan cara2 menyelamatkan diri apabila terjadi gempa mendadak, cara menyelamatkan diri di dalam ruangan dan di luar ruangan pun tentu berbeda, dan itu semua dijelaskan secara lengkap di scene tersebut. Contohnya apabila terjadi gempa dan kita sedang berada di dalam ruangan, segeralah cari tempat perlindungan seperti di kolong meja agar kita terlindung dari puing2 bangunan yang bisa berjatuhan secara tiba-tiba atau dengan berlari keluar melalui tangga darurat dan tidak menggunakan lift. 

Scene yang kedua adalah "Mitigasi Kebakaran", disini diajarkan juga cara menyalamatkan diri dan mengatasi api di dalam ruangan dan di luar ruangan, contohnya apabila di dalam ruangan maka cara yang paling mudah untuk memadamkan api adalah dengan cara menyemprotkannya dengan tabung penyemprot busa yang sudah tersedia di hampir semua bangunan di ITB, dan untuk di luar ruangan cara yang paling mudah yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa adalah dengan menelpon unit pemadam kebakaran. Di akhir video ini, kita diingatkan untuk selalu waspada dan berhati-hati karena bencana alam dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Sekian dari saya. Terima kasih.

Friday, 23 August 2013

Resume Kegiatan OSKM ITB 2013 : Jumat, tanggal 23 Agustus 2013

Bismillaah

Nila Ultima Duane (19913096) – Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan

Kegiatan OSKM kali ini lumayan bikin saya bertanya-tanya, “Apakah yang akan terjadi hari ini?”. Maka, inilah jawabannya...

Hari ini dimulai pada pukul 05.50 pagi. Waktu yang lumayan pagi untuk ‘ngampus’. Kami berombong digiring menuju depan perpus, daan.. singkat cerita kami sudah berada di Saraga yang saat itu masih belum berdebu –karena masih pagi-. Tiba-tiba suasana menjadi cukup mencekam. Kami disuruh mengeluarkan spek-spek tugas kami. Spek ponco, minuman, baju ganti,.. lancaar. Eh nggak disangka-sangka ada permintaan spek unik selain itu dari para senior. Ada nastar, garam beryodium, helm SNI, spion. Mereka menyebutkan itu beserta alasan-alasan mereka mengapa kami harus membawa itu semua. Berhubung kami banyak yang nggak bawa, maka senior marah-marah. Namun cukup aneh memang. Ditambah lagi ada insiden pemberontakan kecil oleh salah seorang dari maba. Entah bagaimana awalnya, para senior melakukan gerakan kecil yang lumayan lucu sambil mengucapkan beberapa kalimat. Kata-katanya sih saya nggak begitu hapal. Yang jelas ada kata-kata “ciuss” segala. Dan akhirnyaa, ternyata itu semua sandiwara. Ckckck, ternyata itu nggak bener-bener marah. Malahan ada musik setelahnya dan banyak maba yang disuruh untuk berjoget bersama sesuai dengan gerakan kakak-kakak senior di panggung..

Selanjutnya, inilah misi yang ditunggu-tunggu. Membuat tulisan #untukindonesia di tanah Saraga. Kita flash back dulu gimana awalnya memilih PJ misi ini. PJ ini dipilih saat bertemu dengan taplok-taplok kami untuk pertama kalinya. Berhubung saat tanggal 19 Agustus 2013, setelah acara Sidang Terbuka selesai, teman-teman dari SBMPTN tidak bisa keluar Sabuga bersama-sama dengan teman-teman SNMPTN. Jadi, ketika kumpul bersama taplok kami tidak bisa dilakukan bebarengan. Saya berada di kloter kedua kumpul bareng taplok. Yah, perkenalan-perkenalan gitu deh sama teman sekelompok dan kakak-kakak taplok juga memberikan beberapa info penting mengenai kegiatan-kegiatan yang bakal diadakan selama OSKM ini. Ternyata kami membutuhkan seorang PJ untuk melancarkan salah satu tugas kami, yaitu membentuk tulisan #untukindonesia. Melalui beberapa proses, akhirnya terpilihlah Amanda sebagai PJ kami. Dan tugas itu menanti di depan mata. Pada hari Jumat, 23 Agustus 2013.

Hari menuju momen itu adalah hari Jumat ini. Mendebarkan sekali karena kita memang tidak ada latihan sama sekali sebelumnya. Kebetulan kami kelompok 111 kebagian huruf O bersama beberapa kelompok lainnya. Masker segera dipasang, kami pun melangkah sesuai dengan instruksi dari PJ-PJ kami. PJ kami berada di spot-spot tertentu untuk mempermudah kami meletakkan posisi di huruf O. Ternyata gampang-gampang susah sih. Saya sempat lihat juga, para PJ membentuk barisan sepanjang jari-jari lingkaran huruf O dan kemudian memutar. Itu bertujuan untuk menyempurnakan lingkaran O itu sendiri. Yaah, itulah cerita singkat perjuangan kami membentuk susunan #untukindonesia. InsyaaAllaah itu kami lakukan dengan hati yang ikhlas. Dan yang menambah rasa seneng juga nih, jajaran kakak-kakak panitia mengapresiasi hasil usaha kami ini. Salah satu dari jajaran panitia, yaitu dari para taplok-taplok kami, Bumi Sudha, mempersembahkan yel-yel yang cukup menggunggah semangat kami untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya.
Kegiatan selanjutnya di OSKM hari Jumat ini dilaksanakan di Sabuga. Acara dibuka dengan pembahasan mengenai keamaan dan keselamatan di ITB. Lalu diteruskan dengan Defile OHU OSKM 2013. Ada kurang lebih 80 unit kemahasiswaan di ITB. Dibagi menjadi enam bidang. Agama, keilmuan, pendidikan, seni dan budaya, media, serta olahraga dan kesehatan. Disertai dengan tampilan dari kakak-kakak unit yang cukup atraktif.

Sesi kedua dibuka setelah sholat dzuhur berjamaah. Acaranya adalah seminar OSKM 2013 oleh para tokoh-tokoh inspiratif. Ada Pak Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan. Ada kakak-kakak dari Wanadri, pecinta alam. Ada juga Ibu Tri Mumpuni yang memaparkan tentang . Dan ada pula pembicara dari alumni ITB, kak Saska dengan ‘Riset Indie’-nya. Berikut ini akan saya gambarkan secara singkat tentang seminar-seminar tersebut.

Seminar pertama oleh Pak Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan. Sekilas tentang apa yang beliau tuturkan dalam seminar kali ini adalah tentang kearifan lokal yang menunjang perekonomian bangsa Indonesia. Ada beberapa kalimat yang memang inspiratif dari Pak Gita. Ketika itu beliau bercerita mengenai saat-saat Pak Gita menemani teman-teman bulu tangkis yang akan bertanding di Guangzhou. Beliau diminta untuk mengobarkan semangat para atlet untuk bertanding nantinya. Ternyata tidak panjang-panjang. Inti dari pesan itu adalah “If you want it, you will get it.” Ya, dari kalimat singkat itu sungguh terkadung makna yang dalam. Kita diminta untuk meyakini tekad kita sendiri, itulah makna yang saya tangkap dari kalimat tersebut. Setelah dibuka dengan kalimat yang menggugah semangat, beliau juga menuturkan tentang kondisi-kondisi perekonomian bangsa Indonesia. Mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia, mengenai investasi-investasi di dalamnya, dan mengenai tugas-tugas kita ke depannya juga. Penjelasan-penjelasan tersebut cukup membuka wawasan kita tentang perekonomian bangsa. Dan memang betul, kearifan lokal mengambil peranan yang penting dalam mencirikan bangsa kita ketika nanti terjadi pelonggaran liberalisasi perdagangan dan investasi di ASEAN.Pak Gita Wirjawan menutup seminar ini dengan berpesan kepada mahasiswa baru ITB 2013. Beliau bertutur, “Jadilah garuda-garuda, yang kreatif, terampil, berteknologi, dan berbudaya. Jadilah pemimpin yang bangga berbangsa Indonesia.”

Seminar kedua ini dihadiri oleh tiga kakak-kakak dari Wanadri. Pembicaranya adalah kak Indra Hidayat. Seminar ini bertemakan “Cinta Tanah Air Indonesia”. Di dalamnya diceritakan mengenai bentang alam Indonesia yang luar biasa. Mulai dari luasnya, sumber daya alamnya, dan budaya-budayanya. Beliau menceritakan juga tentang betapa pentingnya Deklarasi Djuanda yang berperan dalam bertambahnya luas teritorial negara Indonesia. Nyatanya, setelah adanya Deklarasi Djuanda, bentang Indonesia menjadi lebih luas dibandingkan ketika Proklamasi dahulu. Pesan-pesan untuk menjaga keunikan-keunikan bangsa ini adalah agar kita SADAR DIRI, SADAR LINGKUNGAN, SADAR TUJUAN.

Seminar ketiga oleh Ibu Tri Mumpuni. Beliau ini adalah pemberdaya listrik di lebih dari 60 pulau terpencil di Indonesia. Beliau membahas mengenai ‘Integritas dan Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa’. Hal tersebut mencakup dua pokok. Yang pertama, kita harus mempunyai pengetahuan dan logika. Yang kedua, kita juga harus mempunyai perasaan dan empati. Dua pokok di atas harus berjalan beriringan. Tanpa ada salah satunya, maka di atas menjadi tidak terwujud. Ibu Tri juga bertutur tentang perekonomian yang tidak memihak masyarakatnya. Hal itu mungkin dapat diatasi dengan kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial inilah yang harusnya mampu kita kembangkan untuk menuju perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Ini dia seminar keempat alias seminar terakhir. Diisi oleh Kak Saska, alumni ITB yang sekarang sedang menggeluti project-projectnya di Riset Indie. Beliau sendiri sebagai CEO-nya, dibantu oleh istri dan kawan-kawannya. Riset Indie itu sendiri dibentuk sebagai inkubator ide. Dan kata kak Saska, ide yang baik itu adalah yang sustainable. Nah, ini dia riset-riset yang dilakukan oleh kak Saska beserta kawan-kawannya. Yang pertama, Riset Indie-Polaroid. Keunikan dari kamera polaroid inilah yang menggugah beliau untuk mempertahankan adanya kamera ini. Beliau sempat menjadikan kamera polaroid ini bisnis. Namun sayangnya mengalami kegagalan. Meskipun demikian, banyak pelajaran yang dapat diambil dari usaha-usaha tersebut. Riset kedua adalah Animatronic. Kak saska bekerja sama untuk membuat animatronic yang dinamakan Alinea. Dasar dari riset ini adalah bagaimana kita berkolaborasi dengan kawan-kawan dari bidang lainnya untuk membentuk sebuah produk yang ideal. Riset yang ketika juga nggak kalah uniknya. Kali ini tentang Angkot Day. Angkot Day ini diangkat dari masalah-masalah eko-sosial di daerah Bandung. Riset ini diharapkan menjadi solusi kemacetan di kota Bandung. Dan akan dimulai nanti pada tanggal 20 September 2013 dimana angkot Kalapa-Dago yang akan kita naiki tidak perlu nunggu lama-lama, aman, dan gratis. Semoga nanti berjalan dengan lancar.


Itulah review dari kegiatan hari Jumat ini. Semoga bermanfaat bagi diri saya pribadi dan bermanfaat bagi teman-teman lainnya.

Review OSKM ITB 2013 Jum'at 23 Agustus 2013


Adzkia Noerma Arifa ( FITB/16313206 )


Hari ini adalah hari yang besar buat kami. Pikul 5.50 kami sudah berkumpul di perpustakaan pusat untuk di mobilisasi menuju lapangan sepak bola sabuga. Sesampainya di lapangan sepak bola sabiga kami berkumpul sesuai kelompok. Beberapa saat kemudian ada kakak-kakak berdiri di atas panggung dan ada juga yang menyebar di antara kami. Awalnya mereka tegas terhadap kami. Menyebutkan bebrapa spek yang seharusnya kami bawa namun tidak kami bawa. Ternyata mereka adalah kakak-kakak dari LSS. Mereka mengajak kami untuk senam. Namanya adalah senam diponegoro. Senam penyegaran dan sekaligus sebagai penghibur untuk kami. Selesai acara itu kami bersiap untuk acara besar kami yaitu membentuk #untuk indonesia dari susunan mahasiswa-mahasiswa baru. Waktu yang diberikan hanya satu jam. Para ketua kelompok dan penanggung jawab segera mengarahkan langkanh kami. Hingga akhirnya terbuentuk bentuk yang dapat terbaca. Saya menjadi salah satu anggota komponen huruf “O”. Awalnya memang sedikit sulit untuk membuat bentuknya dan sulit berkoordinasi namun setelah beberapa saat kami mendapat ritme kerjanya dan akhirnya dapat membentuk #untuk indonesia yang dapat di baca dari kejauhan. Sebagai apresiasi kakak-kakak panitia yang diwakili kakak-kakak taplok memberi perform yel-yel terbaik mereka.
Kemudian setelahnya kami di mobilisasi menuju sabuga untuk mengikuti seminar. Seminar yang pertama adalah tentang K3L yaitu keamanan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Di seminar ini saya mendapat penjelasan mengenai keamanan, kesehatan, keselamatan, lingkungan kampus. Seperti tentang aturan naik turun angkot. Setelah K3L acara selanjutnya adalah defile OHU. Satu persatu rumpun naik ke atas panggung memperkenalkan singkat tentang unit mereka. ITB memiliki 80 unit yang di bagi dalam 6 rumpun. Rumpun yang pertama naik ke atas panggung adalah rumpun agama, kemudian rumpun keilmuan, rumpun pendidikan, rumpun seni dan budaya, rumpun olah raga, dan satu rumpun yang lainnya. Sedikit perkenalan mengenai berbagai unit sebagai pengantar OHU pada tanggal 1 September besok. Ketika selesai telah masuk waktu sholat jumat  sehingga para muslim laki-laki secara teratur segera di mobilisasi keluar disusul oleh para muslim wanita untuk menjalankan ibadah sekaligus makan siang.
Kemudian kami masuk kembali di dalam sabuga untuk mengikuti seminar bersama bapak gita wiryawan, menteri perdagangan RI, pada sesi yang pertama. Pak Gita menyampaikan pidatonya tentang semangat kemahasiwaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi haruslah tetap dengan semangat kearifan lokal. Namun masa depan tidak bisa lebih relevan secara apapun tanpa meningkatkan moral. Ada 3 poin penting untuk mencapai yang menjadi syaratnya yaitu kemahiran teknologi, kesinambungan demokrasi, dan kekayaan budaya. Selain itu Indonesia juga butuh pemuda yang aktif dan proaktif. Mahasiswa harus bisa menurunkan angka konsumsi nasional yang dikuasi produk asing. Terutama dilakukan oleh mahasiswa ITB. Indonesia butuh pemimpin yang tetap menjaga kearifan lokal dan dapat menjawab tantangan zaman tentang masalah geopolitik hingga menjawab keinginan masyarakat. Bukan hal yang gampang, namun optimisme harus  tetap dihidupkan. Begitu paparan beliau bila dirangkum.
Kemudian sesi kedua adalah seminar dari WANADRI yang diwakili oleh Indra Hidayat. WANADRI adalah perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung. WANADRI memberikan kepada kami tentang wawasan cinta tanah air. Bahwa sebenarnya Indonesia adalah negara bahari yang ditaburi pulau-pulau. Ada sekitar 17.000 pulau di Indonesia. Salah satu program mereka adalah memberi tanda “milik indonesia” di 92 pulau terluar. Begitu besar dan kayanya Indonesia dengan beragam kekayaan alam dan budaya yang berbeda di setiap daerah sehingga kita harus menjaganya. Mereka juga bercerita tentang perjalanan/ekspedisi ekspedisi yang telah mereka lakukan. Begitu menggugah dan sangat inspiratif.
Sesi ketiga adalah seminar dengan pembicara Ibu Tri Mumpuni. Beliau adalah pemberdaya listrik di daerah terpencil. Pemaparan beliau adalah tentang Integritas dan kompetensi alumni ITB untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa. Integritas sejatinya berasal dari pemikiran ( logika ) dan perasaan ( empati ). Sebagai mahasiswa ITB harus bisa menghubungkan antara keduanya dengan seimbang. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan kewirausahaan sosial. Yaitu melakukan kegiatan ekonomi yang di sukainya dengan tetap menjunjung tinggi kemanusiaan dan empati. Caranya adalah dengan perbaikan pembangunan dengan memeri akses segala bidang kepada semua kalangan secara merata dan adil. Kemudian juga dengan perubahan paradigma investasi menjadi investasi yang tetap memperhatikan masyarakat lokal. Mahasiswa ITB harus bisa memerdekakan anak bangsa. Itulah pesan beliau bila sedikit dirangkum.
Sesi keempat yang dilakukan setelah sholat ashar adalah dari RisetIndie dengan diwakili Sdr. Saska sebgai CEO dan pendiri. Risetindie adalah kolektif penelitian dalam bidang sosial budaya, teknologi dan media sebagai penyaluran aktivitas disamping pekerjaan utama. Beberapa proyek mereka adalah Risetindie Polaroid yang mencoba menghidupkan kembali eksistensi kamera polaroid, Animatronik yaitu teknologi dari tahun 1950an yang digunakan dalam pembuatan tokoh dengan program robotika, dan Angkotday yaitu program dengan 1 trayek yang aman dan nyaman serta gratis yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 September. Trayek yang dipilih adalah Kalapa Dago. Beliau sangat mengispirasi saya dan teman-teman tentang gerakan perubahan. Jangan menunggu perubahan namun lakukanlah perubahan karena siapa saja dapat melaukan perubahan, begitulah pesan beliau kepada kami.
Setelah itu Maria Selena selaku moderator memandu sesi tanya jawab. Ada 3 penanyta dan kemudia dijawab. Namun karena keterbatasan waktu maka sesi seminar harus diakhiri. Dan saat itu telah menunjukkan pukul 18.25. Kami kemudian dimobilisasi keluar. Bagi yang muslim diperintahkan untuk menjalani sholat magrib terlebih dahulu. Diluar telah meninggu kakak-kakak taplok. Kami bergabung dengan mereka dan kembudian mobilisasi menuju ITB untuk briefing kepulangan.  

Review Kegiatan OSKM Lingkar Diskusi K3 (Rabu, 21 Agustus 2013)


Adzkia Noerma A. ( 16313206 )

Mahasiswa ITB dituntut untuk memiliki pola pikir K3. Pola pikir K3 meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir konstruktif. Ketika pola pikir ini akan menjadikan mahasiwa-mahasiswa ITB menjadi mahasiswa yang berkualitas.
Berpikir kritis adalah pola pikir yang tajam dalam mengalisa suatu hal dari berbagai sudut sehingga tidak asal percaya. Pola pikir ini memandang suatu hal dari berbagai sudut dan mencari kebenarannya. Sehingga bukan pola pikir yang bersumber dari pandangan subjektif individu melainkan pandangan objektif. Pola pikir kritis akan membantu mahasiswa dalam menelaah informasi-informasi yang diterima.
Pola pikir yang selanjutnya adalah berpikir kreatif. Kenapa berpikir kreatif diperlukan? Karena mahasiswa-mahasiswa ITB harus memiliki ide-ide baru, berinovasi, dan mampu menciptakan suatu hal yang lain dari pada sebelumnya. Pola pikir kreatif akan membuat sebuah gagasan baru yang akan lain dari pada yang lainnya. Selain itu pola pikir kreatif dapat menuntun seorang mahasiswa dalam berinovasi dalam berbagai bidang.
Kemudian pola pikir yang ketiga adalah pola pikir yang konstruktif. Pola pikir konstruktif yang dimaksud bukan hanya saja pola pikir yang membangun, melainkan pola pikir atau cara berpikir yang solutif. Artinya, pola pikir konstruktif ini adalah cara berpikir yang membangun dan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.
Ketiga pola pikir ini saing berhubungan satu sama lainnya. Apabila kita menemukan suatu pokok permasalahan maka kita harus melihat dan menganalisa secara rinci dalam berbagai sudut pandang. Setelah itu kita cari kebenaran atau nilai objektif darinya. Baru setelahnya kita cermati ide-ide baru yang mungkin dapat muncul. Dan kemudian kita cari penyelesaian dari permasalahan tersebut yang dapat membangun dan dapat memecahkan permasalahannya. Apabila kita hanya melihat suatu hal dari satu sudut pandang saja maka akan memiliki kemungkinan tidak akan muncul ide-ide yang inovatif dan bisa saja muncul nilai subjektifitas dari hal tersebut. Tidak berpikir kritis, tidak berpikir kreatif, dan tidak berpikir konstruktif. Bila ketiga pola pikir tersebut tidak dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswa ITB maka bisa saja kita tidak mampu mendapat prestasi yang baik, tidak dapat berkarya, tidak dapat bersosial, dan tidak dapat secara penuh berkontribusi untuk negeri. Dengan memiliki pola pikir kitis, pola pikir kreatif, dan pola pikir konstruktif maka mahasiswa ITB diharapkan dapat menjawab tantangan pembangunan negeri bernama Indonesia ini.

Review OSKM ITB 2013, Jumat, 23 Agustus 2013

Jonathan Benedict
16513122
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Tak terasa, hari ini adalah tanggal 23 Agustus 2013, pada hari yang cerah ini kami akan melakukan project terbesar kami selama mengikuti kegiatan oskm 2013 yaitu membuat huruf “o” dalam kalimat “#untukindonesia”. Sejak pukul 05.50, kami sudah dikumpulkan di lapangan Saraga untuk pengecekan kelengkapan peralatan, saat pengecekan berlangsung kami disuruh memperlihatkan benda-benda yang seharusnya kami bawa seperti ponco, plastic, dll. Namun makin lama makin banyak benda aneh (nastar, spion motor, helm SNI) yang tidak diberitahukan untuk kami bawa. Amarah dari para senior pun meledak-ledak dan kami disalahkan karena hanya sedikit yang membawa barang-barang aneh tersebut, bahkan kami dikejutkan dengan aksi seorang “maba” yang dengan lantangny berlari ke panggung dan bertengkar dengan kakak senior. Setelah dimarahi beberapa menit, akhirnya kami diberitahu bahwa ini semua adalah sandiwara belaka, gelak tawa langsung membahana di antara para maba. Selanjutny kami melakukan senam Diponegoro yang sangat unik , lalu para ketua kelompokpun disuruh untuk mengatur anggotanya dalam membentuk kalimat “#untukindonesia”. Memang tidak mudah untuk dilakukan, namun tak lama kemudian kami berhasil membentuk kalimat tersebut, dukungan dari para taplok tak lepas dari keberhasilan kami. Kami sangat senang karena keberhasilan ini dan para senior pun meng”appreciate” kami dengan memberi applause.
Setelah itu, kamipun langsung dimobilisasi menuju ke auditorium sabuga untuk mengikuti acara selanjutnya. Tak lama setelah pengaturan tempat duduk selesai, acara pertamapun dimulai. Acara pertama adalah penampilan defile OHU 2013, ada sekitar 80 unit yang terbagi menjadi 6 rumpun. Rumpun pertama adalah rumpun agama, unit-unitnya terdiri dari GAMAIS, PMK, KMK,dll. Remupun kedua adalah rumpun kebudayaan yang terdiri dari unit kebudayaan sunda, betawi, banten, dll. Rumpun ketiga adalah rumpun keilmuan seperti unit milisi mahasiswa dan koperasi mahasiwa. Rumpun keempat adalah rumpun pendidikan seperti unit saham dan ugreen . Rumpun kelima adalah rumpun media, unit-unit seperti LFM dan radio ganesha termasuk di dalamnya. Rumpun terakhir adalah rumpun olahraga yang terdiri dari persatuan sepakbola itb, nautika, klub bulurangkis, dll.
Setelah defile OHU , istirahat makan siangpun dimulai dimana bagi maba muslim diperkenankan untuk sholat jumat dan bagi maba yang nonmuslim dimobilisasi ke unit agama masing-masing. Selesai makan siang, kami dikumpulkan kembali ke auditorium untuk mengikuti acara seminar berikutnya. Sambil menunggu narasumber utama , Bapak Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI, APPRES ITB memainkan beberapa lagu jazz yang mereka lantunkan dengan indah. Tak lama kemudian, akhirnya Pak Gita dating beserta rombongannya dan didampingi oleh Wakil Rektor, Pak Kadarsyah dan Ketua KM ITB 2013, Kak Nyoman Anjani. Sebelum ceramah dimulai, seluruh maba diajak untuk menyanyikan lagu “Indonesia Raya” terlebih dahulu , kemudian Kak Benito selaku ketua OSKM 2013pun maju untuk memberi sambutan, disusul oleh Kak Nyoman dan terakhir, Pak Kadarsyah. Maria Selena, Putri Indonesia 2012 sekaligus alumni ITB (SBM) segera naik ke panggung setelah itu, ia berperan sebagai moderator dalam diskusi ini.
Pak Gita pun langsung menuju panggung dan berbincang-bincang sebentar dengan Kak Maria lalu tanpa membuang waktu, beliau segera menuju mimbar dan memberikan kata sambutan sebelum memulai ceramahnya . Dalam ceramahnya, Pak Gita memotivasi para maba untuk berjuang lebih baik sehingga bisa memajukan Indonesia dan mengajarkan untuk menggunakan kearifan local dalam upaya tersebut karena nilai budaya tidak boleh dikorbankan. Kemajuan teknologi juga sangat penting mengingat keberhasilan Korsel dalam kancah dunia secara ekonomi dan budaya akibat perkembangan pesat teknologi di Negara tersebut. Maba juga dituntut untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia. “Jadilah Garuda-garuda yang kreatif, terampil, melek teknologi, dan loyal kepada NKRI,” adalah pesan terakhir dari Pak Gita. Ceramah diakhiri dengan pertukaran plakat antara Pak Gita dengan pihak ITB, setelah itu Pak Gita beserta rombongannya segera meninggalkan auditorium untuk mengikuti acara di tempat lainnya. Narasumber kedua adalah Kak Indra Hidayat dari Wanadri, sebuah perkumpulan para pendaki gunung. Ia membawakan ceramah bertemakan “Cinta Tanah Air”, Ia juga mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya, SDA, dan bentang alam dan kita sebagai putra putri terbaik bangsa harus mampu menjaga semuanya serta mengembangkannya supaya Indonesia menjadi maju. Narasumber ketiga adalah Bu Tri Mumpuni Riatno, seorang pemberdaya listrik. Ia membawakan ceramah bertemakan “Integritas dan Kompetensi Mahasiswa untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa”. Dalam ceramahnya ini, Bu Tri memotivasi maba untuk menjadi pemimpin yang memiliki integritas sehingga tidak perlu mengorbankan rakyatnya dan menjadi pelaku ekonomi yang manusiawi. Tak terasa, jam sudah menunjukan pukul 4 sore, para siswa muslim pun dimobilisasi untuk menjalankan sholat adzhar. Setelah itu narasumber terakhirpun tampil, Kak Saska adalah seorang alumni ITB yang mendirikan organisasi Riset Indie yang sering mengadakan proyek-proyek unik seperti Project Polaroid, Alinea, dan Angkot Day. Ceramah ini diakhiri oleh sesi tanya jawab dan penyerahan plakat oleh pihak ITB kepada para narasumber.
Selesai acara ceramah, para maba langsung dimobilisasi oleh para senior untuk segera meninggalkan auditorium dan menuju ke tempat berkumpul kelompok masing-masing dimana kami diberi tugas berikutnya dan dibubarkan untuk bertemu keesokan harinya, yaitu pada hari terakhir OSKM 2013. Sekian review hari ini.

Review OSKM ITB 2013 : Jumat, 23 Agustus 2013

Sarah Permanik Isma Putri
16313026
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

Agenda OSKM hari ini bisa dibilang cukup padat. Kami mahasiswa baru berkumpul pukul 5.50 di depan perpustakaan pusat ITB untuk dimobilisasi menuju Saraga. Setelah sampai di Saraga dan dibariskan menurut kelompok, beberapa orang masuk ke atas panggung. Mereka memperkenalkan diri mereka dan mereka mulai berkomentar mengenai angkatan 2013 yang menurut mereka tidak serius dalam OSKM ini. Akhirnya untuk membuktikan keseriusan kami, mahasiswa baru ITB 2013, diperintahkan untuk mengeluarkan spek. Namun ada spek seperti kue nastar, garam iodum, spion dan helm SNI yang disebutkan. Tentu kami cukup kaget dengan spek yang tiba-tiba. Namun kami pun tertawa karena spek tersebut cukup aneh untuk dibawa. Namun pada akhirnya, kakak-kakak didepan pun membongkar identitas mereka. Mereka adalah kakak-kakak dari Lingkungan Seni Sunda ITB yang akan memimpin senam pagi kami. Kami pun mengikuti senam pagi di Saraga dengan musik remix dan senyum yang ceria.
Selesai senam pagi kami mulai membuat kolaborasi tulisan #untukindonesia. Rekan-rekan kami ada yang maju ke panggung untuk mengkoordinir pembuatan tulisan. Pertama kami semua diminta untuk ke pinggir sehingga PJ tiap huruf dan ketua kelompok bisa mulai membentuk kerangka huruf. Setelah itu mulailah kami diberi instruksi untuk membuat masing-masing huruf. Selain dikoordinir melalui panggung, PJ dan ketua kelompok pun ikut mengkoordinir anggota kelompoknya masing-masing untuk mulai memasuki formasi. Kontribusi kelompok kami, kelompok 111 ini dalam kolaborasi ini adalah menjadi bagian dari huruf 'O' dalam tulisan Indonesia bersama kelompok lainnya. Kami berbaris sesuai instruksi yang diberikan, lalu memakai atribut putih yang menutupi kepala. Tulisan ini sendiri dibagi menjadi dua baris yaitu tulisan #untuk dengan warna merah di baris pertama dan tulisan indonesia dengan warna putih. Kendala dalam pembuatan tulisan ini sendiri yaitu keterbatasan dalam melihat hasil tulisan karena tempat tertinggi yang bisa dilihat orang yang memberikan instruksi adalah di panggung. Walaupun cuaca pagi cukup panas, kami tetap semangat supaya kolaborasi ini bisa berhasil. Setelah proses yang cukup panjang, akhirnya kami mahasiswa baru ITB 2013 berhasil membuat tulisan #untukindonesia.

#untukindonesia | Photo @oskm2013
Setelah kami selesai membuat tulisan #untukindonesia, Trihita Karana maju ke panggung. Lalu untuk mengapresiasi hasil karya kami, Bumi Sudha atau taplok kami memberikan yel-yel terbaiknya untuk kami.
Bumi Sudha | Photo @oskm2013
Selesai acara di Saraga, kami, mahasiswa baru ITB 2013, mulai dimobilisasi menuju Sabuga untuk mengikuti Seminar OSKM ITB 2013. Sebelum seminar kami diperkenalkan dengan unit K3L di ITB ini. K3L adalah keamanan, kesehatan dan keselamatan lingkungan di dalam kampus ITB. Disini kamu diberi penjelasan tentang akses menuju ITB, pengurusan izin kegiatan di kampus, ketertiban lalu lintas di dalam dan di luar kampus, lalu mengenai larangan merokok, apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat dan bila ada sesuatu yang mencurigakan, dan materi lainnya terkait K3L ini.
Setelah penjelasan dari K3L diadakan Defile OHU. Defile OHU ini memperkenalkan seluruh unit kegiatan mahasiswa yang ada di ITB secara singkat. Ada enam rumpun unit di ITB. Ada rumpun agama, keilmuan, pendidikan, seni dan budaya, media, dan olahraga dan kesehatan. Di Defile OHU ini MC memperkenalkan setiap unit dan di layar terdapat video mengenai kegiatan tiap unit. Selain itu anggota unit pun mendemonstrasikan hal-hal berkaitan dengan unitnya di panggung secara bergantian.

Setelah Defile OHU selesai, kami break untuk shalat jumat bagi putra muslim. Sementara mahasiswa putra shalat jumat, mahasiswa putri makan siang lalu shalat di parkiran Sabuga. Setelahnya diadakan mentoring mengenai kebahagiaan. Setelah selesai, seluruh mahasiswa kembali masuk ke dalam Sabuga. Akhirnya kami masuk ke agenda seminar OSKM ITB 2013. Seminar ini dimoderatori Kak Maria Selena, Puteri Indonesia 2011 dan alumni SBM ITB dengan narasumber Pak Gita Wirijawan, menteri perdagangan RI, WANADRI, Ibu Tri Mumpuni dan dari Riset Indie. Setelah narasumber memasuki sabuga, semua orang di Sabuga menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin kakak dirigen dari PSM ITB. Setelah itu diisi dengan sambutan dari ketua OSKM 2013 yang diwakilkan sekjennya, sambutan presiden KM ITB dan sambutan wakil rektor bidang akademik. Akhirnya tiba saatnya agenda Seminar OSKM ITB 2013. Berikut ini adalah review mengenai seminar hari ini.

Bapak Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan RI)
Dalam seminar ini, Pak Gita Wirjawan menjelaskan bahwa semangat kemahasiswaan itu harus kental dengan kearifan lokal. Perekonomian Indonesia perlu orang yang mengerti nilai-nilai yang lekat dengan kepentingan rakyat. Indonesia telah menjadi perekonomian nomor 15 terbesar di dunia.
Perekonomian Indonesia butuh pemimpin muda yang mengerti kearifan lokal. Bangunan ekonomi Indonesia yang tepat bukan berarti menghilangkan kearifan tiap daerah. Bangunan Indoesia harus memajukan potensi yang ada pada daerah. Bangsa yang menyia-nyiaka  kearifan lokal adalah bangsa yang kehilangan jati dirinya. Indonesia butuh pemuda yang aktif berinisiatif, proaktif meng-gangnam-kan dirinya. Maksudnya dari gangnam sendiri itu kemahiran teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi.
Setiap pemimpin bangsa mempunyai suatu tujuan yang jelas. Era Soekarno adalah kontra penjajahan, era Soeharto adalah kontra komunis, dan era pasca Soeharto adalah kontra korupsi. Maka dari itu kita harus mempunyai pemimpin yang tahu akan tujuan pasti bangsa Indonesia.
Selain hal-hal diatas, Pak Gita menjelaskan tentang ekonomi Indonesia saat ini.

Suasana Saat Seminar Berlangsung


Indra  Hidayat (Wanadri)
Wanadri membahas mengenai cinta tanah air dalam seminar ini. Wanadri sebagai penempuh rimba dan pendaki gunung telah banyak menorehkan prestasi. Salah satunya adalah 7 summit. Wanadri telah melakukan ekspedisi di 7 puncak tertinggi di dunia. Selain itu dalam memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, Wanadri melakukan ekspedisi 92 pulau terluar Indonesia. Disetiap pulau yang disinggahi, diletakkan prasasti Soekarno-Hatta yang menandakan bahwa pulau tersebut adalah wilayah Indonesia. Ini menunukkan bahwa Indonesia sebagai negara bahari yang memiliki belasan ribu pulau. Selama ini kita banyak berorientasi pada darat, padahal kita ini adalah bangsa daratan di negara bahari.
Ibu Tri Mumpuni (Pemberdaya Listrik Daerah Terpencil)
Ibu Tri Mumpuni membahas mengenai "Integritas dan Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa". Integritas dan komptensi itu harus memiliki pengetahuan (logika) dan perasaan (empati). Bila kedua hal ini dikolaborasikan akan menjadi akal sehat yang bisa membaca Indonesia dengan baik. Setiap orang diharapkan melakukan hal yang disukainya dengan sebaik-baiknya. Dengan melakukan hal ini, makin baik hasil mereka, makin baiklah ekonomi. Banyak potensi di Indonesia untuk memajukan negara kita tapi masih belum tersentuh. Kita sebagai generasi penerus harus bisa memanfaatkan potensi itu untuk membangun bangsa Indonesia ini. Intinya, kita sebagai generasi penerus bangsa harus bisa membangun bangsa kita sendiri.

Saska (Riset Indie)
Riset Indie adalah suatu badan penelitian berbasis teknologi, sosial ekonomi dan media. Riset Indie mengingkubator ide menjadi sebuah ide usaha.
Ada beberapa proyek yang telah Riset Indi lakukan yaitu:
1. Riset Indie : Polaroid
Proyek ini adalah mengidupkan kembali kamera polaroid yang mulai redup eksistensinya sehingga perusahaannya akan bangkrut. Dalam menghidupkan kembari polaroid, foto hasil polaroid di upload ke media Tumblr sehingga orang makin tertarik dengan polaroid dan eksistensinya tetap ada.
2. Riset Indie : Project Alinea (Indonesia First Animatron)
Pembuatan animatron sebetulnya merupakan teknologi yang tidak sulit. Riset Indie berkolaborasi dengan mahasiswa di berbagai bidang membuat animatron bernama Alinea (Alien perempuan dari planet Paragraf). Alinea ini ditampilkan dalam Geek Fest dan mendapat respon yang positif.
3. Riset Indie : Angkot Day
Angkot day ini diadakan karena keprihatinan  dengan kemacetan Bandung. Sebenarnya bila angkot difungsikan dengan baik, tidak ngetem, patuh rambu lalu lintas, mungkin orang-orang akan senang naik angkot. Dalam Angkot Day yang akan diadakan 20 September 2013 nanti ini, masyarakat diajak untuk naik angkot yang mentaati rambu lalu-lintas, tidak ngetem dan gratis! Proyek ini untuk satu trayek yaitu Kalapa-Dago.

Itulah rangkaian acara OSKM ITB 2013 hari ini. Selesai seminar, kami keluar Sabuga untuk bergabung dengan kelompok, lalu kamu dimobilisasi ke Parkir Utara dan akhirnya kami pulang. Tetap semangat untuk Closing OSKM ITB 2013 esok hari!